Rabu, 06 Juli 2011

VERBATIM PROSES KONSELING KONSELING



No.
Pelaku Konseling
Dialog
Keterampilan Dasar Konseling
1
Konseli
“Halo assalamualaikum”

Konselor
“Halo waalaikumsalam, dengan siapa ini?

2
Konseli
“Saya Agam Mas”.

Konselor
“Oo..Mas Agam. Ada yang bisa saya bantu Mas Agam?”

3
Konseli
“Begini Mas, kalau Mas Yan ada waktu saya ingin bertemu dengan Mas Yan untuk sekedar ngobrol. Apa Mas Yan ada waktu hari ini?”

Konselor
“Hari ini kebetulan saya sedang tidak sibuk, silakan saja datang kerumah saya”.

4
Konseli
“Terima kasih Mas atas kesediaannya, kurang lebih 15 menit saya sampai kerumah Mas Yan. Assalamualaikum”.

Konselor
“Saya tunggu kedatangan Mas Agam. Waalaikumsalam”.

5
Konseli
“Assalamualaikum”.

Konselor
“Waalaikumsallam, Mas Agam silakan masuk”.
Opening
6
Konseli
“Iya mas, terimakasih”.

Konselor
“Silakan duduk Mas Agam. Bagaimana tadi perjalanan kesini ?”
Rapport
7
Konseli
“Alhamdulillah lancar cuma rada panas saja tadi dijalan”.


Konselor
“Ini dari rumah saja apa dari mana Mas Agam?”
Rapport
8
Konseli
“Tadi dari kampus Mas, ada kuliah”.

Konselor
“Oh..ya, sendirian saja datang kesininya?”
Topik Netral
9
Konseli
“Mmm…saya sama pacar saya kesininya”.

Konselor
“Oh sama pacarnya. Lho mana pacarnya, kok tidak diajak masuk”
Topik Netral
10
Konseli
“Hehe...pacar saya cuma nganter saja Mas, karena ada kuliah lagi nanti”.

Konselor
“Oh…begitu. Ngomong-ngomong sekarang Mas Agam sedang sibuk apa?”
Topik Netral
11
Konseli
“Masih sibuk kuliah Mas, sama ikut UKM bola basket”

Konselor
“Oh ya..terlihat dari posturnya kalau Mas Agam jago basket”
Topik Netral
12
Konseli
“Mas Yan bisa saja”.

Konselor
“Oke. Setelah tadi kita membicarakan sedikit mengenai Mas Agam, mungkin ada sesuatu yang perlu kita bicarakan?”
Kalimat Jembatan
13
Konseli
“Mmm…ya Mas ada, kebetulan saya sedang ada masalah, tapi mungkin waktu saya sekitar 30 menit, soalnya saya sudah janji dengan teman untuk mengerjakan tugas kelompok”.
Structuring (Time Limit) dari klien

Konselor
“Oke kalau begitu kita manfaatkan waktu selama 30 menit ini dengan sebaiknya. Tetapi sebelumnya biar tahu, bahwa dalam proses konseling ini menggunakan asas kerahasiaan, jadi Mas Agam jangan cemas akan kerahasiaan, dan keterbukaan Mas Agam dalam penyampaian pernyataan akan membantu berjalannya proses konseling ini dengan baik, bisa dipahami Mas Agam? Kalau iya coba sekarang ceritakan apa yang menjadi masalahnya?”
Structuring (Time Limit)
14
Konseli
“ Bisa Mas. Begini Mas, saya susah dalam membagi waktu, antara tugas kuliah, organisasi, dan pacar”.

Konselor
“Oh…susah, susah seperti apa Mas Agam?”
Restatement & Lead umum
15
Konseli
“Begini, misalkan saja kalau mau mengerjakan tugas, buat besok dikumpulkan, tetapi pada waktu itu juga, saya harus rapat, mau tidak  ikut rapat, tidak enak dengan teman, tetapi kalau ikut rapat, bisa jadi tugas terlantar.”

Konselor
“Ada lagi contoh konkret yang lain Mas Agam? Coba ceritakan!”
Lead umum
16
Konseli
“Begitu juga kalau saya sedang rapat, saya ditelpon pacar, saya harus nemeni nonton, shopinglah. Saya bingung kalau dituruti tetapi sedang ada rapat, kalau tidak dituruti, bisa marah, padahal saya sudah menjelaskan, tetap saja tidak mau tahu alasan saya”.


Konselor
“Sepertinya Mas Agam bingung dengan sikap pacar Mas Agam yang tidak mau mengerti alasan Mas Agam?”
Reflection of Feeling
17
Konseli
“Iya, Mas. Ah kalau begini terus saya putusin pacar saya dan keluar dari organisasi agar biar fokus pada tugas-tugas saya saja!”

Konselor
“Saya dapat memahami apa yang sedang Mas Agam rasakan. Tetapi coba pikirkan lebih matang lagi, sebelum melaksanakan rencana itu”.
Acceptance & Rejection
18
Konseli
“Iya Mas. (diam). Lalu saya harus bagaimana? Mungkin Mas Yan bisa memberikan saya nasihat”

Konselor
“Untuk Mas Agam ketahui, akan lebih baik kalau kita cari pemecahan ini bersama-sama agar diperoleh pemecahan terbaik untuk masalah yang sedang anda hadapi, bagaimana Mas Agam?”
Structuring (Role Limit)
19
Konseli
“Iya...Mas.”

Konselor
“Oke…kita mulai dari kegiatan Mas Agam, adakah yang paling diprioritaskan kegiatanya antara tugas kuliah, organisasi, atau pacar?”
Lead umum
20
Konseli
“Menurut pemikiran saya. Jelas lebih memprioritaskan tugas kuliah, tetapi saya juga tidak bisa meninggalkan begitu saja organisasi atau pacar”.

Konselor
“Hmm...Bagus kalau Mas Agam memprioritaskan tugas lebih dahulu, setidaknya tidak mustahil kuliah Mas Agam tidak terlantar. Nah Mas Agam sendiri membagi waktunya apakah salah satu ada yang dikorbankan atau semua kegiatan terlaksana, namun tidak optimal?”
Prediction Reassurance
21
Konseli
“Pada dasarnya sih semua kegiatan itu bisa terlaksana, tetapi hasilnya kurang optimal”.

Konselor
“Mas Agam  mempioritaskan kegiatan-kegiatan tersebut dari hal seperti apa?”
Lead umum
22
Konseli
“Kalau saya melakukan kegiatatan dimulai dari kegiatan yang deadline paling dekat”

Konselor
“Oh…Pada dasarnya Mas Agam tahu tentang apa yang dilakukan terlebih dulu?”
Clarification
23
Konseli
“Sebenarnya saya tahu Mas, nah yang masih saya bingungkan saya terlalu menyepelekan waktu yang kelihatanya lama, tapi setelah dekat deadline, saya baru sadar untuk mengerjakan tugas”.


Konselor
“Bagaimana pendapat anda kalau kegiatan apapun itu ada “pengendali” artinya ada batasan waktu tertentu agar waktu bisa digunakan untuk kegiatan lainya lagi?”
Lead khusus
24
Konseli
“Pendapat saya, perlu sekali tindakan seperti itu, tapi saya sendiri belum bisa memunculkan tindakan “pengendalian waktu” seperti itu, saya terlalu meremehkan”.

Konselor
“Ya…kalau Mas Agam sudah tahu itu, mungkin bisa dicoba atau dilatih untuk bisa membatasi waktu disetiap kegiatan, agar sisa waktu bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain”.
Advice Alternatif
25
Konseli
“Iya Mas, terimakasih atas masukannya, nanti saya akan mencobanya dan melatihnya”. Berhubung, saya sudah ditunggu teman saya, saya pamit dulu, nanti kalau ada waktu saya ingin bertemu Mas Yan  lagi, bolehkan Mas?”

Konselor
“Boleh-boleh, dengan senang hati. Nanti bisa telpon saya terlebih dulu kalau Mas Agam akan kesini. Sebelum menetup pertemuan ini, dari pembicaraan tadi bahwa Mas Agam tahu prioritas mana yang akan dilakukan, kemudian Mas Agam tahu akan pentingnya “pengendali waktu”, dan ada rencana Mas Agam untuk mancoba dan berlatih memanajemen waktu lebih baik, oke. Saya juga sama-sama mengucapkan terimakasih karena senang tadi atas kedatangan Mas Agam.
Summary & Termination
26
Konseli
“Kalau begitu saya permisi Mas. Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih”.

Konselor
“Iya, sama-sama Mas Agam”.
Attending
27
Konseli
“Assalamuallaikum”.

Konselor
“Waalaikumsallam, hati-hati dijalan”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar